Matawarta.com, JAKARTA -Operasi pencarian rombongan jurnalis yang hilang kontak di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, terus dilakukan. Memasuki hari kedelapan, wilayah pencarian kini diperluas hingga perairan Bengkulu di sisi barat Pulau Sumatera.
Perluasan pencarian dilakukan berdasarkan analisis kemungkinan para korban terbawa arus laut dan bergerak menjauh dari lokasi awal hilang kontak. Basarnas Banten pun menggandeng Kantor SAR Bengkulu untuk menyisir wilayah yang masuk dalam prediksi pergerakan tersebut.
Kasie Ops Basarnas Banten Riski Dwiyanto mengatakan, wilayah yang mengarah ke area kerja SAR Bengkulu kini telah mendapat perhatian khusus dalam operasi pencarian.
“Kita dibantu oleh kantor SAR Bengkulu untuk mengcover wilayah kantor SAR Bengkulu. Sehingga untuk SAR map yang kita prediksikan itu mengarah ke wilayah kantor SAR Bengkulu itu sudah di-cover dengan teman-teman kantor SAR Bengkulu,” kata Riski, Selasa (15/9).
Tak tanggung-tanggung, pencarian hari kedelapan mencakup area sekitar 3,9 ribu nautical mile (NM). Puluhan unsur kapal dan armada dikerahkan untuk memperbesar peluang menemukan keberadaan rombongan yang hingga kini belum diketahui nasibnya.
Armada yang terlibat antara lain KRI Gilimanuk, KRI Leuser, KRI Lepu, KRI Kerambit, KN SAR Antasena, Kapal Polisi Sanjaya, KN SAR Tetuka, KN SAR Basudewa, KAL Pahawang, KAL Anyer, RIB 02 Lampung, RIB 02 Banten, RBB Pecang, KP 2016, KP 2013, KP 1010, KP 1012, KP 1007, KP 1003, hingga KP URC Erhan.
Besarnya operasi juga terlihat dari jumlah personel yang diturunkan. Riski menyebut sekitar 647 personel terlibat dalam pencarian pada hari kedelapan.
“Untuk jumlah unsur ataupun personel yang terlibat, kalau kita jumlahkan itu kurang lebih 647 orang yang terlibat pada pelaksanaan operasi SAR hari ke delapan,” ujarnya.
Kondisi cuaca turut menjadi faktor penting dalam pencarian. Pada Selasa, cuaca diprediksi cerah berawan dengan gelombang mencapai 2,5 meter yang bergerak ke arah timur laut.
Sementara itu, angin diperkirakan bertiup dengan kecepatan 5 hingga 20 knot dari arah tenggara menuju selatan.
Di tengah pencarian yang terus diperluas, perhatian juga tertuju pada temuan jenazah tanpa identitas di pesisir Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara.
Polda Bengkulu sebelumnya telah melakukan autopsi dan mengambil sampel DNA terhadap jenazah tersebut. Informasi mengenai temuan itu juga telah disampaikan kepada Polda Lampung untuk ditelusuri kemungkinan kaitannya dengan rombongan jurnalis foto yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau pada 7 September lalu.
Hingga kini, kaitan antara jenazah tersebut dengan rombongan jurnalis masih dalam proses penyelidikan dan belum dapat dipastikan. (mua)
