JAKARTA – Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) DKI Jakarta menggelar rapat kerja daerah. Raker ini digelar untuk mengevaluasi perolehan medali di cabang olahraga panjat tebing pada PON Papua 2021.
“Raker ini diselenggarakan untuk mengevaluasi sejumlah catatan buruk pada PON 2021,” kata Ketua FPTI DKI Jakarta Hendri Camar, Sabtu (19/2).
Dalam raker ia menuturkan satu diantara evaluasi paling mengemuka adalah permintaan pergantian pelatih. Ini permintaan dari seluruh wilayah pengurus kota.
“Mungkin, karena minimnya kompetisi akibat COVID-19. Maka potensi yang ada dalam atlet belum bisa maksimal,” tuturnya.
Hendri Camar menjelaskan saat ini ada beberapa pelatih panjat tebing yang sudah mengajukan penawaran kepada FPTI DKI Jakarta.
Namun ia belum bisa memutuskan siapa siapa saja yang dipercaya Pengkot untuk menjadi pelatih baru.
“Ada beberapa nama yang sudah melamar, tentunya akan kami bahas bersama dalam raker, siapa nama yang cocok untuk menjadi pelatih,” katanya.
Sementara Ketua Panpel Rakerda FPTI DKI Jakarta Richard Achmad, menjelaskan acara ini turut membahas beragam hal penting. Hubungannya dengan kualitas atlet panjat tebing DKI Jakarta.
“Ada tiga hal yang dibahas, Rekomendasi nama atlet, pembinaan organisasi dan promosi-degradasi atlet-atlet binaan,” ujar Richard Achmad.
Dirinya berharap dengan Rakerda ini FPTI DKI Jakarta bisa kembali berjaya pada penyelenggaraan PON 2024 mendatang.
Diketahui dalam PON 22 Papua 2021 lalu, FPTI DKI Jakarta hanya berhasil mendapatkan dua medali perak. Padahal saat itu mereka menargetkan tiga medali emas untuk bisa dibawa pulang.*(WAH)
