NEW YORK – Sekjen PBB Antonio Guterres mengatakan semua tentara Rusia yang dikerahkan ke Ukraina timur, tidak akan menjadi penjaga perdamaian. Hal itu disampaikan Sekjen PBB dalam sidang umum pada Selasa (22/2).
Pernyataan itu sekaligus menolak penegasan dari Kremlin bahwa pengerahan pasukan ke Ukraina timur, dimaksudkan untuk menjaga perdamaian. Sekjen PBB juga tidak sepakat kalau sedang terjadi genosida terhadap etnis Rusia di kawasan tersebut.
“Ketika pasukan dari suatu negara memasuki wilayah negara lain tanpa izin tuan rumah, mereka bukan penjaga perdamaian yang netral. Mereka sama sekali bukan penjaga perdamaian,” kata Antonio Guterres.
Secara tegas PBB menyatakan Rusia telah melanggar integritas wilayah dan kedaulatan Ukraina. Apalagi mengakui kemerdekaan dua wilayah yang memisahkan diri di Ukraina timur, yaitu Republik Rakyat Donetsk dan Republik Rakyat Luhansk.
Lebih lanjut Antonio Guterres mengaku khawatir dengan penyimpangan konsep dalam menjaga perdamaian. “Saya rasa tidak begitu adanya,” ucap Sekjen PBB dari Portugal itu.*(WAH)
