JAKARTA – Menpora menerima kehadiran jajaran PB IPSI atau Ikatan Pencak Silat Indonesia. Pertemuan berlangsung di Graha Kemenpora, Lantai 10, Jakarta, Selasa (12/4).
Rombongan PB IPSI datang menghadap Kemenpora didipimpin Beny Gautama, yang menjabat sebagai ketua harian. Kemudian juga ada Sekjen PB IPSI Tedy Suratmaji.
Dalam laporannya kepada Menpora, pengurus PB IPSI menceritakan soal rencana besar memperjuangkan pencak silat lolos dipertandingkan di Olimpiade.
“PB IPSI menyampaikan rencana besar Pencak Silat Road to Olympic. Hal itu seperti tertuang UU Nomor 11 tahun 2022,” kata Menpora ZA.
“Apalagi Pencak ilat merupakan satu dari beberapa cabor unggulan yang dipersiapkan untuk bermain di Olimpiade.
Menpora berpesan agar PB IPSI dan Federasi Internasional Pencak Silat, mengedepankan cabor ini sebagai olahraga murni. Bukan menonjolkan aspek budaya.
Pasalnya pertimbangan utama IOC dalam memutuskan cabor dipertandingkan di Olimpiade, satu di antaranya adalah unsur olahraga yang diutamakan.
“Kita harus tonjolkan Pencak Silat ini sportnya, bukan budaya. Karena berkaca dari Kempo, yang menganggap Kempo sebagai budaya Jepang. Berbeda dengan karate. Padahal keduanya dari negara yang sama,” kata Menpora ZA.*(WAH)
