Keributan TNI dan Polisi di Kupang, DPR: Memalukan!

MataWarta.com; JAKARTA – Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni memposting sebuah rekaman suara dan video di media sosial instagram pribadinya @ahmadsahroni88, soal kerusuhan di Kupang Nusa Tenggara Timur yang melibatkan anggota TNI dan Polisi.

Dalam slide pertama postingannya, terdengar rekaman suara yang belum diketahui kebenarannya dengan gambar seorang anggota TNI. Dalam rekaman tersebut, suara tersebut menyebutkan bahwa ada anggota polisi yang memegang senjata saat kerusuhan di NTT itu terjadi.

“Kepada Kasrem para Kasi, para komandan satuan dandim, Korem04 Maulana Yusuf. Terlihat di tayangan YouTube ada anggota kepolisian, tatkala kerusuhan di NTT ya. Mereka bawa senjata, menegangkan senjata, pistol. Perintah dari Bapak Panglima jelas, tangkap, sweeping masuk mana saja, beritakan. Ini tolong diviralkan. Jadi YouTube ini viralkan. Viralkan di semua grup,” kutip rekaman suara yang diunggah oleh Sahroni melalui akun instagram pribadinya, Selasa 25 April 2023.

Kemudian, slide kedua dalam postingan Ahmad Sahroni itu memperlihatkan seorang anggota PM yang menjelaskan kejadian di dalam stadion futsal.

Dalam video itu terlihat anggota PM yang tampak memukul suporter pertandingan. “Menarik apa memukul?,” tulisnya.

Atas dasar itu, Sahroni mengaku sangat malu melihat dan mendengarkan rekaman suara yang didengarnya. Sahroni juga mengatakan dirinya hanya dikirimkan rekaman tersebut.

“Saya dikirimkan rekaman percakapan seseorang. Belum tentu benar? Tapi ini sangat memalukan mendengarnya. Harusnya bersatu bersama menjunjung tinggi negara, malah kok mendeskreditkan institusi laen. Apakah benar percakapan itu? Kita tunggu penjelasan dari Bapak-bapak. NKRI itu bersatu bukan menjadi perpecahan,” kata Sahroni dikutip dari akun instagramnya.

Sebagai informasi, keributan di GOR Oepoi Kupang Nusa Tenggara Timur, pada Rabu malam 19 April 2023, antara tim futsal Polda NTT versus tim futsal Dinas Pendidikan Soe berubah menjadi kerusuhan melibatkan polisi dan TNI, hingga menyebabkan empat orang terluka.

Kerusuhan terjadi pada pukul 23.00 WITA, kejadian itu mulanya diwarnai adu pukul dan saling kejar disusul dengan suara tembakan pistol di dalam GOR. Keributan kemudian berlanjut di jalan raya. Dalam video yang beredar, sejumlah kendaraan milik polisi dibakar.

Tembakan terdengar meletus berkali-kali. Seorang penonton kepada wartawan menuturkan, keributan terjadi setelah anggota polisi yang tampak membuat gaduh di tribun ditegur Polisi Militer (PM) yang bertugas menjaga turnamen futsal tersebut.

“Itu awalnya anggota PM menegur suporter dari tim Polda karena ribut. Mungkin tidak terima dengan teguran itu ya membuat suporter Polda NTT melakukan penyerangan terhadap anggota PM,” tutur sumber itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *