Matawarta.com, JAKARTA – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi buka suara setelah namanya disinggung Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2026. Ketika Prabowo mempertanyakan keberadaannya, Dedi mengaku tengah berkonsentrasi menangani kebakaran di kawasan Gunung Ciremai.
Ketidakhadiran pria yang akrab disapa KDM itu sempat mengundang perhatian. Pasalnya, Prabowo mencari keberadaan Dedi di tengah agenda yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Presiden bahkan menyoroti posisi Jawa Barat yang relatif dekat dengan lokasi acara, tetapi gubernurnya justru tidak terlihat.
Menanggapi hal tersebut, Dedi menjelaskan bahwa penanganan kebakaran di Gunung Ciremai menjadi prioritas yang tidak bisa ditinggalkan. Ia mengaku telah berkoordinasi dengan jajaran pemerintah pusat mengenai situasi tersebut.
“Hayo, lagi ngomongin saya ya, dicari Bapak Presiden saat pengarahan saya tidak hadir. Saya sampaikan bahwa penanganan kebakaran di Ciremai itu merupakan fokus prioritas yang disarankan oleh Pak Mensesneg dan saya juga sudah lapor ke Pak Seskab,” kata Dedi Mulyadi dalam video yang diunggah melalui akun Instagram resminya, Jumat (23/10/2026).
Dedi menegaskan bahwa penanganan kebakaran di Gunung Ciremai menunjukkan perkembangan positif. Menurut dia, api telah berhasil diisolasi sehingga tidak menjalar lebih jauh ke kawasan hutan.
Namun, upaya pemadaman belum berhenti. Pemerintah daerah bersama sejumlah unsur terkait terus menyiapkan langkah lanjutan untuk memastikan kebakaran dapat dikendalikan sepenuhnya.
Dedi mengungkapkan bahwa dirinya telah berkomunikasi dengan Wakil Menteri Pertahanan ketika meninjau langsung lokasi kebakaran. Koordinasi kemudian dilanjutkan dengan Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) untuk mempercepat pengerahan bantuan udara.
“Tadi malam saya berkoordinasi dengan Panglima TNI, dengan KSAU, dan akhirnya hari ini heli akan segera turun dari Bogor. Satu ke Kertajati, dua ke Pangkalan Sukani, Majalengka. Dari situ heli akan menggunakan water bombing, melakukan penanganan kebakaran agar apinya padam dan tidak lagi menjalar ke berbagai tempat,” ujarnya.
Tiga helikopter disiapkan untuk mendukung pemadaman melalui metode water bombing. Satu helikopter direncanakan menuju Kertajati, sedangkan dua lainnya diarahkan ke Pangkalan Sukani, Majalengka.
Selain mengandalkan bantuan udara, Dedi menyebut penanganan kebakaran juga melibatkan kekuatan personel di lapangan. Sebanyak 1.000 orang yang terdiri atas warga, anggota TNI-Polri, dan relawan dikerahkan untuk mendukung upaya pemadaman.
Mereka akan membantu memfungsikan kanal sebagai bagian dari strategi penanganan kebakaran secara menyeluruh. Optimalisasi kanal alami diharapkan dapat menjadi langkah antisipasi agar api tidak mudah merambat ketika kebakaran kembali terjadi.
“Yang kedua, bahwa hari ini ada 1.000 warga, TNI, Polri, relawan yang kami kerahkan untuk memfungsikan kanal sebagai upaya melakukan penanganan kebakaran secara komprehensif,” kata Dedi.
Ia berharap upaya tersebut tidak hanya mampu mengatasi kebakaran yang sedang berlangsung, tetapi juga memperkuat pencegahan agar kejadian serupa tidak meluas pada masa mendatang. (mua)
