MataWarta.com; JAKARTA – Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono yakin kemacetan Ibu Kota bisa teratasi jika masyarakat tidak membeli banyak mobil.
Heru mengatakan, saat ini Dinas Perhubungan DKI Jakarta juga akan melakukan rekayasa lalu lintas di beberapa titik. Ia mencontohkan rekayasa itu seperti mengurangi jumlah titik putaran atau U-Turn dan menambah jalan alternatif.
“Jangan beli mobil banyak-banyak,” kata Heru di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (27/1/2023).
“Dishub dalam short time ini melakukan rekayasa-rekayasa titik-titik lokasi yang diperkirakan penyebab kemacetan. Contohnya menarik u-turn tidak terlalu banyak, menambah jalan alternatif,” sambungnya.
Dishub dalam short time ini melakukan rekayasa-rekayasa titik-titik lokasi yang diperkirakan penyebab kemacetan. Contohnya menarik u-turn tidak terlalu banyak, menambah jalan alternatif.
Selain Dishub, Heru mengatakan Dinas Bina Marga juga mengaktifkan jalan terputus (missing link) agar jalan buntu bisa disambung. Diketahui, Pemprov DKI berencana menyambung 10 ruas jalan untuk mengurai macet.
“Termasuk Dinas Bina Marga mengaktifkan kembali diusahakan missing link itu dilaksanakan. Jadi jalan-jalan yang masih buntu itu bisa disambung kembali. Ya tidak serta Merta menyelesaikan kemacetan, minimal mengurangi,” katanya.
Sebelumnya, Heru menyampaikan sistem kerja dari rumah atau work from home (WFH) dapat diterapkan untuk menekan volume kendaraan sehingga mengurangi macet. Namun, dia mengatakan kebijakan tersebut diserahkan kepada perusahaan masing-masing pekerja.
“Kalau WFH diserahkan kepada masing-masing pemilik kerja, masing-masing kantor. Tapi memang selain kemacetan itu sudah berlangsung ya,” kata Heru
