Hasto Respons Kesaksian Kader PDIP Riezky Aprilia, Makin Yakin Tak Terlibat Kasus Suap Harun Masiku

Matawarta.com, JAKARTA– Sekjen PDIP sekaligus terdakwa kasus suap dan perintangan penyidikan Harun Masiku, Hasto Kristiyanto merespons terkait keterangan kader PDIP Riezky Aprilia. Apa katanya?

“Dalam empat kali persidangan yang sudah digelar semakin memperkuat fakta bahwa saksi-saksi yang ditampilkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK di dalam memberikan keterangan ternyata sama dengan persidangan terhadap Wahyu Setiawan, Agustiani Tio dan Saeful Bahri (tahun 2020) yang telah memiliki kekuatan hukum tetap. Proses Daur Ulang ini melanggar azas kepastian hukum, akuntabilitas dan kepentingan umum,” ujar Hasto dalam suratnya yang dibagikan Juru bicara PDIP Guntur Romli, Kamis (8/5/2025).

Dalam keterangan Riezky, Hasto menyebut hal itu membuktikan tak ada keterlibatan dirinya dalam kasus PAW Harun Masiku. Keterangan Riezky hanya memperjelas peran Hasto sebagai Sekjen PDIP.

“Terhadap keterangan saksi Riezky Aprilia dan berdasarkan pemeriksaan saksi Donny Tri Istiqomah nampak bahwa permintaan mundur Saudara Riezky sebagai inisiatif Saudara Donny Tri Istiqomah, bahkan atas inisiatifnya tersebut, Sdr Donny sampai ditegur oleh Saudara Hasto Kristiyanto selaku Sekjen Partai,” katanya.

“Terhadap pokok perkara yang dituduhkan oleh JPU KPK, maka keterangan Saudara Riezky tidak ada fakta hukum yang berkaitan dengan suap dan obstruction of justice. Bahkan Saudara Riezky mengakui bahwa yang dilakukan Saudara Hasto adalah tugas konstitusional kelembagaan sebagai Sekjen DPP PDI Perjuangan,” tulis Hasto dalam surat.

Sebelumnya, Riezky Aprilia, menceritakan momen diminta mundur dari Dapil 1 Sumatera Selatan (Sumsel) oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Riezky menangis mempertanyakan alasan ia diminta mundur.

“Mudah-mudahan saya nggak salah, waktu itu saya hadir Pak Sekjen, bahwa saya mempertanyakan masalah pelantikan saya. Pelantikan saya, undangan saya. Sempat terjadi dialog pada saat itu, bahwa saya akan diberi undangan apabila saya bersedia mundur. Saya mempertanyakan alasannya apa, apa alasan saya disuruh mundur pada saat itu,” kata Riezky sambil menangis.

“Karena saya juga kader partai, saya bekerja buat partai ini juga. Dan waktu itu saya jujur saya sudah sedikit emosional karena capek, saya capek saya terus-terusan gitu,” katanya.

Keduanya bahkan disebut Riezky sama-sama emosional. Ia mengaku bersedia mundur, jika mendapatkan perintah dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

“Pada saat itu saya paham mungkin Pak Sekjen juga capek. Beliau emosional, saya emosional, sampai beliau menyampaikan bahwa ini perintah partai. Ini mohon maaf kalau saya agak mencoba mengingat, saya bilang, saya akan mundur apabila saya mendengar langsung dari Ibu Ketua Umum pada saat itu,” kata Riezky.

“Dan Pak Sekjen menjawab dan itu yang saya tidak akan pernah saya lupakan karena agak kaget untuk pertama kali saya bisa berinteraksi, ‘Saya ini Sekjen Partai’. Di situ saya reaksi, saya juga emosi, saya berdiri, ‘Saya tahu Anda Sekjen Partai, tapi Anda bukan Tuhan’. Itu yang saya sampaikan, waktu yang singkat Pak Sekjen tapi sangat melekat sampai sekarang di benak saya,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *