Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman Pascabencana Aceh

Matawarta.com, JAKARTA – Pemerintah memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional tetap aman meski distribusi sempat terganggu akibat bencana di Aceh. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat rata-rata cadangan BBM nasional saat ini mencapai sekitar 20 hari, berada di atas batas minimum yang ditetapkan.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan, cadangan tersebut melebihi standar minimal nasional sebesar 17-18 hari dan mendekati batas maksimal 21 hari. Dengan kondisi itu, pasokan berbagai jenis BBM dinilai mencukupi kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah, termasuk daerah terdampak bencana.

Dijelaskan Bahlil, tantangan utama pascabencana bukan terletak pada ketersediaan stok nasional, melainkan pada distribusi akibat rusaknya infrastruktur. Pada tahap awal, penyaluran BBM dan LPG ke Aceh dilakukan melalui jalur udara menggunakan helikopter dan pesawat.

“Untuk Aceh, beberapa hari pertama distribusi dilakukan lewat udara. Dalam tiga sampai empat hari terakhir, setelah akses jalan mulai terbuka, BBM sudah bisa dimobilisasi menggunakan mobil tangki,” ujar Bahlil di Integrated Terminal Jakarta, Jakarta Utara, Minggu (28/12/2025).

Ia menjelaskan, sejumlah wilayah yang sebelumnya tidak dapat dijangkau, seperti Takengon, Bener Meriah, dan Aceh Tengah, kini mulai menerima pasokan secara bertahap. Seiring membaiknya kondisi akses, sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kembali beroperasi.

Bahlil menyebut jumlah SPBU aktif di beberapa ruas bertambah dari sebelumnya empat menjadi tujuh titik. Bahkan, pemerintah meminta PT Pertamina (Persero) membuka layanan SPBU selama 24 jam di wilayah tertentu untuk mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat.

“Di Aceh Tamiang, dari tujuh SPBU yang ada, sebelumnya hanya empat yang beroperasi. Sekarang seluruhnya mulai berjalan dan kami minta dibuka 24 jam,” kata Bahlil.

Kebijakan serupa juga diterapkan di tiga kabupaten lain yang sempat terisolasi akibat bencana. Begitu akses jalan memungkinkan distribusi BBM menggunakan mobil tangki, pemerintah langsung meminta Pertamina mengoptimalkan operasional SPBU.

Bahlil menegaskan, meski permintaan BBM di beberapa daerah sempat menurun akibat terbatasnya mobilitas masyarakat, pemerintah tetap menyiapkan stok nasional dalam jumlah normal. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan saat aktivitas mulai pulih.

“Stok nasional kami siapkan seperti kondisi normal. Kendalanya hanya distribusi karena infrastruktur belum sepenuhnya pulih, tetapi penyaluran terus kami maksimalkan sesuai kondisi lapangan,” jelasnya.

Selain BBM, pemerintah juga memastikan ketersediaan energi untuk kebutuhan listrik darurat. Sebanyak 1.000 unit genset telah dikirimkan ke wilayah terdampak bencana untuk membantu pemulihan layanan listrik, terutama di lokasi pengungsian.

Pertamina Patra Niaga diminta menjamin pasokan BBM bagi operasional genset tersebut. Saat ini, sekitar 35.000 rumah di wilayah terdampak masih belum teraliri listrik secara normal.

“Kami bersama Pertamina dan PLN terus bekerja maksimal agar layanan energi, termasuk listrik darurat, dapat segera dirasakan masyarakat, meski di beberapa lokasi masih terkendala banjir,” tutup Bahlil. (mua)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *