Calon presiden (capres) nomor urut 2 Prabowo Subianto menceritakan satu momen saat berbincang-bincang dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.
Saat itu, mereka berdua membahas tentang masa depan bangsa demi mewujudkan Indonesia emas pada tahun 2045.
Momen pembicaraan itu diceritakan kembali oleh Prabowo Subianto saat hadir di acara bertajuk Prabowo menyapa kampung halaman di Lapangan Schwarz Langowan, Minahasa Sulawesi Utara, pada Senin (5/2/2024).
Prabowo menegaskan, satu langkah yang telah digagas oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi adalah hilirisasi di berbagai sektor seperti industri.
“Pak Joko Widodo menetapkan kebijakan akan menghentikan, menjual kekayaan kita dalam bentuk mentah dengan murah ke luar negeri,” ujar Prabowo.
Prabowo mengatakan, alasan Presiden menggaungkan kebijakan hilirisasi adalah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia. Sebab, Prabowo mengaku pernah mendengar secara langsung keinginan Presiden tersebut.
“Karena Pak Jokowi mengatakan kepada saya, ‘Mas Bowo, Mas Bowo Menhan tidak mungkin Indonesia makmur kalau kita jual bahan-bahan kita murah ke luar negeri,” ujar dia.
Karenanya, pasangan Prabowo-Gibran bersama Koalisi Indonesia Maju berkomitmen untuk menjaga dan mengelola kekayaan yang dimiliki bangsa Indonesia untuk kepentingan rakyat.
Dalam berbagai kesempatan, Prabowo mengaku selalu memaparkan Indonesia adalah negara yang sangat kaya. Tapi, sudah sekian lama kekayaan Indonesia banyak diambil dan dibawa ke luar negeri dan tidak dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia.
“Saya Prabowo-Gibran dengan Koalisi Indonesia Maju kami bertekad untuk menjaga kekayaan Indonesia dan tidak hanya menjaga kami ingin mengelola, kami ingin mengurus, kami ingin mengatur kekayaan itu supaya nilai tambahnya bisa dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia,” ujar dia.
“Itu perjuangan saya itu perjuangan Gibran itu perjuangan Koalisi Indonesia maju,” Prabowo menandaskan.
