Kejar Profil Pelajar Pancasila, Kemdikbudristek Kerja Sama dengan Twitter

MoU Kemdikbudristek dan Twitter

JAKARTA – matawarta.com : Kemdikbudristek dan Twitter menandatangani nota kesepahaman, dalam program pendidikan literasi media sosial. Sasaran kerja sama ini adalah pelajar dan tenaga kependidikan di tingkat SMP.

Nota kesepahaman ini berdurasi lima tahun, mulai 2022 hingga 2027. Program ini akan berfokus kepada keterampilan literasi media generasi muda, untuk membantu warga sekolah berpikir dan menganalisis secara kritis berbagai konten dan informasi daring yang ditemukan.

“Meskipun literasi digital di Indonesia sudah baik, kami menyadari ruang daring berkembang cepat dan upaya kami tidak berhenti di situ. Upaya kami untuk membangun lingkungan digital yang aman dan mempertahankan nilai-nilai ‘Profil Pelajar Pancasila’ terus berlanjut,” kata Sekjen Kemdikbudristek Suharti saat penandatangan nota kesepahaman di SDN Muara Kapuk 03, Jakarta, beberapa waktu lalu. Tanda tangan nota kesepahaman disaksikan Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim.

Sementara Kepala Kebijakan Publik, Pemerintah, dan Filantropi Asia Tenggara, Twitter, Monrawee Ampolpittayanant, menjelaskan sejak 24 Juni 2021, Twitter telah mendukung aktivitas perencanaan dan kreasi konten Kemendikbudristek. Ini terkait pedoman penggunaan media sosial dan manajemen komunikasi publik dalam bidang pendidikan melalui pemanfaatan berbagai fitur terbaru Twitter.

Bersama Kemendikbudristek, lanjutnya, Twitter telah menjalankan berbagai upaya dalam menciptakan sumber daya dan program latihan untuk membantu meningkatkan literasi digital pelajar SMP di Indonesia. Upaya tersebut meliputi pembelajaran tentang cara menggunakan fitur-fitur Twitter yang relevan, untuk mengatasi perundungan di ranah digital.

Selain itu juga mempromosikan kesadaran terhadap kesehatan mental, kekerasan berbasis gender secara daring, etiket atau tata cara penggunaan media sosial. Termasuk cara mengevaluasi informasi daring untuk mendukung literasi pelajar.

“Kami berharap kemitraan literasi digital selama lima tahun dengan Kemendikbudristek ini, akan membawa dampak nyata bagi pelajar SMP di Indonesia. Caranya dengan membantu mereka menavigasi ranah media sosial yang semakin kompleks, serta terus memperoleh informasi yang cukup agar dapat tetap melakukan aktivitas daring secara aman,” ujar Monrawee Ampolpittayanant.*(WAH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *